Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Kosakata Medis dan Kesehatan dalam bahasa Jepang

  Nah, kali ini kita akan mempelajari kosakata tentang medis dan kesehatan dalam bahasa Jepang. Semakin banyak kosakata yang kamu pahami maka akan mempermudah untuk mempelajari bahasa Jepang, ya. Di samping itu, contoh kosakata tentang medis dan kesehatan akan menambah pembendaraan kata dalam bahasa Jepang. Medis adalah perihal yang berhubungan dengan bidang kedokteran. Sementara kesehatan merupakan keadaan atau perihal sehat yang berkaitan dengan badan dan sebagainya. Untuk mengetahui apa saja kosakata dalam bahasa Jepang tentang medis dan kesehatan, yuk, simak informasi di bawah ini! Contoh Kosakata dalam Bahasa Jepang Tentang Medis dan Kesehatan Di bawah ini ialah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jepang tentang medis dan kesehatan, antara lain: 1. kenkou: kesehatan 2. byouki: penyakit 3. binetsu: sedikit demam 4. kounetsu: panas tinggi (demam) 5. seki: batuk 6. genki: sehat 7. ketsuatsu: tekanan darah 8. sekiri: disentri 9. zensoku: asma 10. hakike: mual 11. enshou: radang ...

Sistem penulisan bahasa Jepang

Gambar
Bahasa Jepang punya tiga jenis karakter, masing-masing punya peran sendiri-sendiri. Saat Anda menulis WATASHI WA ANNA DESU (Saya adalah Anna), kata benda bagi “saya,” WATASHI, ditulis dalam"Kanji." WA, DESU dan partikel-partikel yang mengindikasikan fungsi tata bahasa ditulis dalam "Hiragana." Kata kerja dan kata sifat ditulis dalam gabungan Kanji dan Hiragana. Nama-nama asing dan kata serapan, yaitu kata-kata yang berasal dari luar negeri, seperti misalnya "Anna", ANNA, ditulis dalam "Katakana". Hiragana dan Katakana adalah simbol fonetik, masing-masing mewakili satu suku kata. Bahasa Jepang punya lima vokal yaitu a, i, u, e, o serta sembilan konsonan. Dalam bahasa Jepang, setiap satu vokal sendiri serta serangkaian konsonan dan vokal membentuk satu suku kata. Selain itu, ada juga "n." Cobalah menulis nama Anda dalam bahasa Jepang, sangat menarik bukan?

Dua jenis kata sifat

Gambar
Kata sifat pada dasarnya terbagi 2 jenis, yaitu yang berakhir dengan suku kata I dan yang tidak. Kata sifat yang berakhir dengan suku kata I disebut kata sifat I. Ini termasuk “lebar atau luas” HIROI dan “baru” ATARASHII. Kita letakkan kata sifat sebelum kata benda yang diterangkannya. “Buku baru,” misalnya, adalah ATARASHII HON. Sedangkan bagi kata sifat yang tidak berakhir dengan suku kata I, kita tambahkan NA di belakangnya, saat kita gunakan untuk menerangkan kata benda. Jadi, kata sifat ini disebut kata sifat NA. Satu contoh adalah SUKI dalam adegan ini yang berarti (gemar, suka). Ini terdengar seperti kata sifat I, karena berakhir dengan I. Tapi sebetulnya bukan, namun berakhir dengan suku kata KI. Jadi, “buku yang saya suka” menjadi SUKINA HON. Tapi ada beberapa pengecualian. Beberapa kata sifat NA berakhir dengan suku kata I, namun menggunakan NA, saat menerangkan kata benda. Ini termasuk “cantik, bersih” KIREI, “terkenal” YÛMEI, dan “pandai” TOKUI. Jadi, “buku bersih” bukanlah...

Cara membuat kata kerja menjadi bentuk negatif dan pertanyaan

Gambar
Kata kerja yang berakhir dengan MASU disebut kata kerja bentuk MASU. Kita menggunakan bentuk MASU, saat berbicara dengan sopan. Untuk membuatnya menjadi bentuk negatif, gantilah MASU menjadi MASEN. Misalnya, YOMIMASU (membaca) menjadi YOMIMASEN. Untuk membuatnya menjadi pertanyaan, kita tambahkan partikel KA pada akhir kalimat dan mengucapkannya dengan intonasi menanjak. Bentuk pertanyaan dari YOMIMASU (membaca) adalah YOMIMASU KA.

Ungkapan pasif

Gambar
  Kita menggunakan ekspresi pasif, saat kita berbicara dari sudut pandang orang yang diperlakukan, yaitu, perspektif dari penerima suatu tindakan. Untuk melakukan ini, kita menggunakan bentuk pasif dari kata kerja dan mengindikasikan siapa yang melakukan tindakan menggunakan partikel NI.  Sekarang mari saya sampaikan cara mengubah kata kerja bentuk MASU menjadi bentuk pasif. Yang pertama adalah mengenai kata kerja yang mana vokal dalam suku kata tepat sebelum MASU berakhir dengan E. Di sini, sebelum MASU, sisipkan RARE. Jadi, TABEMASU (makan) menjadi TABERAREMASU (dimakan). Yang kedua adalah mengenai kata kerja yang mana vokal dalam suku kata tepat sebelum MASU adalah "I". Untuk kata kerja seperti ini, ada dua pola. Satu pola adalah untuk mengganti vokal "I" menjadi "A". Kemudian tambahkan RE, setelahnya, dan ucapkan MASU. Dalam hal SHIKARIMASU (memarahi), gantilah RI sebelum MASU menjadi RA dan tambahkan RE. Maka itu menjadi SHIKARAREMASU (dimarahi). SHIM...